Laman

Thursday, January 19, 2012

Mustafa 'Debu' Tak Mau Paksa Cinta Penelope Berubah

Mustafa 'Debu' Tak Mau Paksa Cinta Penelope Berubah


Mustafa 'Debu' Tak Mau Paksa Cinta Penelope Berubah

Posted: 19 Jan 2012 12:18 AM PST

JAKARTA - Mustafa 'Debu'  tak mau ambil pusing dengan tato di tubuh Cinta Penelope. Dia tetap bersedia menikahi artis yang selama ini dikenal seksi itu.

"Enggak lah, enggak ada masalah," ujar Mustafa saat berbincang dengan okezone.

Bahkan, vokalis Debu ini tidak akan memaksa Cinta untuk merubah penampilan. Ia ingin perubahan tersebut datang dengan sendirinya, tidak ada paksaan.

"Saya melihat dalam agama tidak ada pemaksaan. Jadi saya melihat Allah membebankan seseorang untuk melakukan silakan, kalau tidak itukan urusan Allah. Jadi kita agak santailah," katanya.

Untuk perubahan penampilan bagi Mustafa itu terserah kepada Cinta. Namun dengan penampilan seperti saat ini, Mustafa juga tidak mempermasalahkannya.

"Enggak, itu terserah dia. Masing-masing orangkan beda," tandasnya.(rik)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Donate to Wikileaks.

Dicibir karena Nikahi Cinta Penelope, Mustafa 'Debu' Santai

Posted: 18 Jan 2012 11:45 PM PST

JAKARTA - Mustafa 'Debu' mengaku tidak masalah dengan cibiran di Twitter karena pernikahannya dengan Cinta Penelope yang selama ini dikenal selalu tampil seksi.

"Oh enggak. Saya lihat tapi saya enggak perhatiin, karena saya juga sibuk. Kalau yang saya lihat enggak ada masalah," tutur Mustafa saat berbincang dengan okezone.

Baginya, urusan rumah tangga merupakan urusan ia dan istrinya. Sehingga ia tidak peduli dengan cibiran orang lain. Menurutnya, orang lain yang ingin mencibir segala urusan rumah tangganya merupakan orang tak ada kerjaan.

"Sebenarnya saya agak keberatan bicara soal ini. Karena menurut saya urusan rumah tanggaku adalah urusan rumah tanggaku. Saya tahu banyak orang tidak dukung, tapi saya tanggung jawab kepada Allah bukan kepada mereka," tuturnya.

"Jadi kalau ada yang salah dengan apa yang saya lakukan biarin aja. Saya kerjakan untuk Allah. Orang yang ingin tahu urusan saya itu orang yang kurang kerjaan," tandasnya.(rik)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Donate to Wikileaks.

Jupe Tak Merasa Ditegur KPI

Posted: 18 Jan 2012 11:25 PM PST

JAKARTA - Julia Perez (Jupe) mendapat teguran dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) ketika tampil acara Tri Angels. Namun, pelantun Belah Duren ini yakin teguran tak tertuju kepadanya.

"Enggak. Saya lebih melihatnya bukan ke saya, kan yang kena justru kameramannya yang nge-shoot. Pada intinya baju saya tertutup semua, dan tidak menonjolkan sesuatu," kata Jupe saat dihubungi lewat telepon, Kamis (19/1/2012).

Jupe mengaku sudah membaca isi surat teguran KPI. Menurutnya, teguran itu ditujukan untuk menegur cara juru kamera mengambil gambar.

"Yang saya baca dari isi surat itu lebih ke kameraman, dan isi konten dari program saya itu. Jadi kalau saya-nya sih enggak ditegur. Yang ditegur itu lebih ke angle dari si kameraman dia nge-shoot saya, dan isi pembicaraan saja," jelasnya.
 
Meski ditegur, Jupe tetap syuting acara tersebut seperti biasanya. Hanya saja, dia jadi lebih memerhatikan isi acara.

"Acara masih sih berlangsung. Syuting tetap berjalan. semalam syuting lagi aku, mungkin kontennya saja yang lebih dijaga," tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, KPI mengeluarkan Peringatan Tertulis bernomor 22/K/KPI/01/12 untuk acara Tri Angels. Dalam peringatannya, KPI mempermasalahkan adegan close up di bagian dada Julia Perez.(rik)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Donate to Wikileaks.

No comments:

Post a Comment