Laman

Wednesday, October 13, 2010

Aida: Zainuddin MZ Kenapa Ngumpet?

Aida: Zainuddin MZ Kenapa Ngumpet?


Aida: Zainuddin MZ Kenapa Ngumpet?

Posted: 13 Oct 2010 12:46 AM PDT

JAKARTA - Ini perkembangan terkini dari isu panas Zainuddin MZ dan Aida Saskia. Kata Aida, dirinya telah ada usaha mediasi dengan Zainuddin. Tapi, Dai Sejuta Umat itu tidak datang.

"Sejauh ini baru mengirimkan mediator melalui pak Madi. Tapi maaf, lebih baik dia (Zainuddin) yang ketemu langsung dengan saya. Mereka sudah bicara baik-baik dan baru ketemu papa, Sabtu kemarin," ungkap Aida yang ditemui di FX, Jalan Sudirman, Jakarta, Selasa (12/10/2010).

Penyanyi dangdut yang beken dengan lagu Ayam Jago itu tidak tahu pasti kenapa Sang Dai hingga kini belum datang menemuinya secara langsung.

"Belum siap katanya. Yang tahu persis alasannya papa. Saya sesalkan kenapa beliau belum bicara. Ini ada apa? Kenapa harus ngumpet," kata Aida heran.

Seperti diketahui, Zainuddin MZ menjadi topik gosip setelah pengakuan Aida Saskia berkenalan dengan Zainuddin ketika sedang mengisi acara organ tunggal. Kala itu, Aida masih duduk di kelas 1 SMA, umurnya baru 16 tahun. Perkenalan berlanjut dengan makan berdua di Rumah Makan Mirasari, kawasan Puncak, Cisarua, Bogor.

Aida lalu diperdaya, diajak ke sebuah vila yang terletak di sebelah rumah makan. Di sana, Aida dimintai tolong Zainuddin yang berada di dalam kamar mandi untuk mengambil handuk. Saat diambilkan handuk, tiba-tiba Zainuddin langsung mendorong tubuh Aida ke ranjang dan memaksanya melakukan hubungan intim.(ang)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Kalah Lawan MD Entertainment, Rezky Aditya Wajib Bayar Rp7,2M

Posted: 13 Oct 2010 12:43 AM PDT

JAKARTA - Rumah produksi MD Entertainment memenangkan gugatan perdata yang ditujukan kepada pesinetron Rezky Aditya. Rezky diwajibkan membayar Rp7,2 miliar kepada MD Entertainment.

Dalam pembacaan putusan yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat, Rabu (13/10/2010), Rezky diputus bersalah melakukan wanprestasi dengan melanggar kontrak ekslusif.

Majelis hakim yang diketuai H Nirwana SH mengatakan, kontrak ekslusif yang berlaku antara MD Entertainment dengan Rezky Aditya adalah kontrak yang sah dan harus ditaati.

"Tapi tergugat 1 (Rezky Aditya) mencoba memutuskan kontrak secara sepihak sehingga gugatan penggugat dapat dikabulkan," ujar H Nirwana.

Keputusan memenangkan gugatan sebesar Rp7,2 miliar ini sesuai dengan tuntutan materil yang diajukan MD Entertainment. Tetapi jika ditambah dengan kerugian imateril, jumlah gugatan menjadi Rp21 miliar.

Dalam putusannya, hakim hanya mengabulkan gugatan sebagian yang diajukan dengan memerintahkan Rezky membayar Rp7,2 miliar dan meminta Sinemart selaku tergugat 2 menghentikan semua tayangan yang melibatkan Rezky Aditya.(ang)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Rachel Maryam Resmi Dapatkan Hak Asuh Anak

Posted: 13 Oct 2010 12:30 AM PDT

JAKARTA - Rachel Maryam akhirnya resmi bercerai dan majelis hakim Pengadilan Agama Jakarta Selatan pun menyetujui hak pengasuhan anaknya, Muhammad Kale Mata Angin.

Artis yang kini berkantor di DPR Senayan, tidak hadir dalam sidang putusan. Menurut kuasa hukumnya, Muhammad Joni SH, Rachel sibuk dengan agenda kegiatan sebagai anggota dewan.

"Putusan sudha dibacakan oleh majelis hakim. Kami menerima keputusan hakim dan hakim memberikan tempat pengasuhan anak kepada Rachel," ungkapnya ditemui di PA Jaksel, Jalan RM Harsono, Ragunan, Jakarta Selatan, Rabu (13/10/2010).

Lebih lanjut Joni menambahkan, keputusan hakim sangat baik dan dinilai komprehensif. Hakim mempertimbangkan kepentingan yang terbaik untuk seorang anak.

"Semuanya dikembalikan kepada Ebes dan Rachel untuk mengasuhnya. Saya kira mereka cukup elegan tentang hal itu," tandasnya.

Joni menambahkan pengembalian hak asuh kepada kedua orangtua menunjukkan tidak mempersoalkan masalah anak. Namun pertimbangan adanya percekcokan, adalah alasan hakim mengabulkan gugatan cerai Rachel.

"Itu menjadi alasan pengabulan permintaan cerai Rachel Maryam dengan Pasal 19 F, yaitu adanya percekcokan. Cekcok yang sudah tidak bisa didamaikan," kata dia.(nov)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Lagi, Rumah Paris Hilton Dibobol

Posted: 12 Oct 2010 11:30 PM PDT

LOS ANGELES - Kediaman Paris Hilton kembali didatangani tamu tak diundang. Seorang pria mencurigakan ditangkap polisi setelah memasuki rumah Paris di Los Angles, kemarin.

Juru bicara kepolisian setempat, Bruce Borinanh, seperti dikutip Associated Press, Rabu (13/10/2010) mengatakan, seorang pria tiba-tiba masuk melalui pintu gerbang menggunakan sepeda motor pada Selasa sore waktu setempat.

Pria itu kemudian menggedor-gedor pintu dan menolak perintah penjaga untuk pergi, bahkan sempat terjadi baku hantam dengan petugas keamanan.

Bruce mengatakan, pria yang disembunyikan identitasnya tersebut ditangkap atas tuduhan penganiayaan terhadap petugas. Tidak diketahui pasti apakah Paris berada di rumah saat peristiwa terjadi.

Ini merupakan insiden kedua dalam dua bulan terakhir. Sebelumnya, pria bernama Nathan Lee Parada masuk ke rumah Paris membawa dua pisau pada Agustus lalu, namun kemudian dia dibebaskan.(ang)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

No comments:

Post a Comment