Laman

Wednesday, August 24, 2011

Anak Olla Ramlan Pilih Pengusaha

Anak Olla Ramlan Pilih Pengusaha


Anak Olla Ramlan Pilih Pengusaha

Posted: 24 Aug 2011 12:20 AM PDT

JAKARTA - Olla Ramlan tak merasa risih bila dibuntuti anaknya, Sean Mikael Alexander ke tempat kerja. Presenter Dahsyat ini malah senang jika bisa membawa serta anak.

"Aku sih senang dia ikut. Lagian dia sendiri enggak bandel dan menurut, kalau dibilang ini enggak boleh dan boleh. Dan sebagai orangtua aku senang saja," ungkap Olla saat ditemui di Studio RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Rabu (24/8/2011).

Terkadang, Olla memang suka mengajak anak semata wayangnya tersebut ke lokasi syuting. Meski begitu, Olla tak pernah memaksa Sean untuk ikut dengannya. Olla juga tak mau memaksakan Sean kelak menjadi menjadi artis.

"Biar dia juga tahu bagaimana kerja ibunya. Tapi kalau soal masa depan Sean, aku serahkan sepenuhnya ke dia. Tapi dianya maunya jadi pengusaha. Kita lihat saja nanti. Saya hanya mengarahkan yang terbaik buat Sean saja," pungkasnya.(rik)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.

Eko 'Patrio' Ajari Anak Beramal kepada Pengemis

Posted: 24 Aug 2011 12:06 AM PDT

JAKARTA - Eko 'Patrio' mencoba menanamkan jiwa sosial kepada anak-anaknya sejak dini. Artis yang kini menjadi anggota DPR itu menanamkan supaya anak-anaknya memiliki rasa empati kepada mereka yang kurang mampu.

"Memang setiap tahun selalu mengadakan santunan. Dan kebetulan tahun ini spesial karena anak genap sembilan tahun. Lewat acara ini kita ingin dia bisa memiliki empati kepada teman-temannya yang kurang mampu. Kita mengajari berbagi. Itu yang mau kita tanamkan," ujar Eko saat merayakan ulang tahun anak pertamanya, Syawal Adrevi Putra Purnomo, di Balai Sudirman, Jakarta, Selasa (23/8/2011) malam.

Salah satu cara Eko menanamkan rasa empati adalah mengajarkan untuk berbagi tak hanya pada satu momen ulangtahun saja. Dia juga mengajarkan anaknya, yakni Syawal, Naila Ayu, dan Cannavaro untuk membiasakan memberikan uang kepada pengemis di jalan.

"Aku ngajarin kalau di lampu merah ngasih ke anak jalan atau pengemis. Kita latih beramal, jangan pelit. Mereka malah kalau aku lupa yang ngingatin buat ngasih kalau ada pengemis di jalan," tandasnya.

Eko mengaku kegiatan santunan dan ulang tahun sang anak yang digelar di Balai Sudirman tersebut tak memiliki maksud memberikan contoh kehidupan yang glamour kepada anak-anaknya.

"Jujur saja acara ini mendadak. Viona juga sibuk usaha parsel, jadinya dadakan. Kebetulan anak-anak katering Ekomando bisa, pesan gedung juga ada yang kosong. Yah, ya sudah kita buat acara ini," ucapnya.
(rik)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.

Donita Jadi Pemabuk

Posted: 23 Aug 2011 11:42 PM PDT

JAKARTA - Donita canggung berperan dalam film komedi. Yang membuatnya kikuk karena tidak terbiasa beradegan marah-marah dan mabuk-mabukan.
 
Apalagi komedi merupakan genre yang baru digelutinya. Sebelumnya, aktris sinetron Cinta Fitri itu lebih banyak tampil di film horor.
 
"Kalau canggung wajar ya, karena ini kan film drama komedi pertama aku dan ada beberapa scene yang menurut aku susah karena harus akting mabuk dan marah-marah," ujar Donita di preview film Kejarlah Jodoh Kau Kutangkap di EX Plaza, Jakarta Pusat, Selasa (23/8/2011).
 
Di film Kejarlah Jodoh Kau Kutangkap, Donita berperan sebagai pemeran utama wanita yang berkarakter seorang model dari kota besar yang datang ke sebuah kampung terpencil, kemudian dipertemukan dengan Asep (Andhika Pratama).
 
"Aku berperan sebagai Farah, seorang model yang pergi ke salah satu kampung. Ternyata di kampung itu adat istiadatnya masih kental. Kita melanggar adat kampung itu. Kemudian ditolong seorang pria bernama Asep. Kemudian si Asep jatuh cinta sama Farah hingga dia mengejarnya sampai ke Jakarta," tuturnya.
 
Meskipun berperan di film komedi, dalam memainkan perannya Donita tidak mencoba untuk melucu. Dia hanya mengikuti naskah yang telah ditentukan. "Kalau di film ini aku enggak melucu, cuma script-nya ada yang sedikt melucu. Jadi terbawa dengan ceritanya. Tapi di sini enggak ada maksud aku untuk melucu," paparnya.
 
Donita mengaku cukup kesulitan dalam berakting adegan mabuk karena sebelumnya dia tak pernah minum minuman berakhohol.
 
"Aku belum pernah mabuk. Sebelum take, aku reading. Belajarnya hampir dua jam. Lalu sutradara sampai bilang 'Makanya kamu tuh harus nyobain mabuk biar tahu rasanya gimana'," bebernya.
 
Meskipun di film tersebut banyak unsur komedi, tetap terselip pesan yang ada di kehidupan nyata. "Ada banyak pesan yang didapat di film ini yang ternyata mungkin enggak di film ini saja. Karakter Farah yang hilang ke-Islaman-nya. Enggak sedikit juga yang mengalami hal sama," tandasnya.
(efi)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.

No comments:

Post a Comment