Laman

Wednesday, September 22, 2010

Lika-Liku Priscilla dari Miss Indonesia ke Presenter

Lika-Liku Priscilla dari Miss Indonesia ke Presenter


Lika-Liku Priscilla dari Miss Indonesia ke Presenter

Posted: 22 Sep 2010 01:01 AM PDT

JAKARTA- Usai mengikuti perhelatan bergengsi Miss Indonesia 2010, finalis 10 besar Priscilla Febrita kini sibuk menjadi presenter sejumlah program televisi di GlobalTV. Seperti apa sih perjalanan karirnya?

Peraih Miss Kulit Cantik di Miss Indonesia ini mengaku memang sejak kecil suka dengan dunia presenter. Sejak SD dia suka berbicara di depan kamera bak seorang presenter sungguhan.

"Mungkin dulu waktu kecil Opa sering menyorot kamera, jadinya sadar kamera deh," tutur wanita cantik kelahiran 27 Februari 1988 ini sambil mengingat masa lalunya, saat bertamu ke kantor okezone, Rabu (21/9/2010).

Akan tetapi, wanita yang akrab disapa Pica ini tidak seperti artis lain yang sejak kecil sudah terjun ke dunia entertainment. Keluarganya lebih mementingkan pendidikan, makanya dia menamatkan sekolah hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Kemudian sambil meneruskan kuliah di Fakultas Arsitektur Lansekap & Teknologi Lingkungan di Univesitas Trisakti, dia pun mencoba terjun ke dunia modeling dan fashion.

Sehingga dia menjadi model video klip grup band Slank dalam lagu Kilav tahun 2008 lalu. Tak berhenti di situ, dia juga menjadi model video klip Bondan Prakoso dalam lagu Kita Selamanya. Dia juga jadi model video klip Groove dan juga Jamrud formasi baru.

Selanjutnya, Pica mengikuti ajang Miss Indonesia 2010 hingga menjadi finalis 10 besar dan dinobatkan sebagai Miss Kulit Cantik. Usai mengikuti ajang tersebut, Pica pun terjun ke dunia entertainment dengan membawakan sejumlah program di GlobalTV seperti Gowes, kuis F1, F1 Highlight, Fifa Women's World Cup.

Menurut wanita yang hobi membaca ini, menjadi presenter adalah hal yang disukainya karena dia bisa menjadi dirinya sendiri. Sekalipun beban berat ditanggungnya, karena dia harus membawakan hasil kerja dari reporter dan juga bagian produksi. Semuanya bergantung kepada dirinya dalam membawakan acara tersebut.

Di tengah karirnya ini, Pica tak selalu berjalan mulus. Pernah, dalam sebuah acara Pica mengalami gugup saat pertama kali membawakan acara secara live. Tapi, dia cepat belajar. Kegugupannya itu kemudian dijadikannya pelajaran penting sehingga dia bisa membawakan acara lainnya lebih baik lagi.(uky)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Sering Nangis, Carissa Putri Malah Pusing

Posted: 22 Sep 2010 12:38 AM PDT

JAKARTA - Akhir-akhir ini, Carissa Putri mendadak sering sakit kepala. Dia mengaku pusing karena keseringan menangis. Mengapa?

Menangis adalah adegan yang harus dilakoni cewek kelahiran Frankfurt, Jerman, 12 September 1984, di sinetron terbarunya, Mertua dan Menantu. Namun ini menjadi tantangan tersendiri buat Carissa.

"Tantangan bisa bermain lebih baik lagi. Di sini setiap scene harus menangis, itu jadi tantangan sendiri, karena kalau nangis terus, suka pusing," kata dia ditemui di Studio Persari, Jakarta, Selasa (21/9/2010).

Aktris yang namanya melambung lewat Ayat-Ayat Cinta ini mengatakan karakter Kirani yang dimainkannya adalah cewek yang baik dan sayang kepada ayahnya. Carissa pun tidak punya trik untuk bisa terus menangis.

"Sebenarnya kalau skenario sedih, akan sedih sendiri. Bisa karena biasa," tukasnya.

Dia mengatakan saat ini masih terus belajar. Awalnya, Carissa mengaku susah untuk menangis.

"Sebenarnya enggak bisa langsung nangis, berjalan waktu, kalau baca sendiri sudah nangis dengan mudah," urainya.(nov)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Rachel Maryam Yakin Menangkan Hak Asuh Anak

Posted: 22 Sep 2010 12:17 AM PDT

JAKARTA - Sidang putusan cerai dan hak asuh anak Rachel Maryam dan Muhammad Akbar Perdana (Ebes) ditunda. Rachel yakin akan menangkan hak asuh anaknya, Muhammad Kale Mata Angin.

"Sidang hari ini ditunda dua pekan ke depan, karena tergugat tidak bisa hadir," ujar kuasa hukum Rachel, Despiyanti SH ditemui di Pengadilan Agama Jakarta Selatan, Jalan RM Harsono, Ragunan, Jakarta Selatan, Rabu (22/9/2010).

Pihaknya yakin majelis hakim akan memutuskan hak asuh anak jatuh ke Rachel Maryam sebagai ibunya. Keyakinan itu diungkap Despiyanti karena majelis hakim tampaknya akan tetap melihat kepada hasil persidangan.

"Untuk anak kembali ke hukum Islam, yaitu hadonah kepada ibunya," pungkasnya.

Pada sidang 4 Agustus lalu, Rachel membawa Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) untuk memberikan kesaksian. Dia juga membawa rekaman kebersamaannya dengan anaknya.

Hari ini sedianya majelis hakim akan membacakan putusan. Majelis hakim telah membacakan kesimpulan pada 18 Agustus silam.

Menghadapi momentum penting tersebut, Rachel Maryam malah terbaring sakit di RS MMC Kuningan, Jakarta, karena mengidap demam berdarah dengue (DBD).

(nov)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Wow, Bondan Ingin Punya 20 Anak

Posted: 22 Sep 2010 12:13 AM PDT

JAKARTA - Bondan Prakoso, bapak satu anak ini berkeinginan pernikahannya dengan Margareth bisa punya anak sampai 20.

Tapi, karir di jalur musik saat ini sedang sibuk-sibuknya, Bondan mengaku niatnya untuk menambah momongan belum bisa terlaksana.

"Ada keinginan nambah (anak), tapi sekarang belum ada momen," kata Bondan saat ditemui wartawan di Studio Penta, Kebon Jeruk, Jakarta Barat (21/9/2010).   

Kira-kira berapa anak sih yang ingin dimiliki pria kelahiran Jakarta, 8 Mei 1984 ini? "Pengennya sih 20 anaklah, hahaha," celetuknya.

Pantas saja Bondan ingin punya banyak anak, karena ingin membayar waktunya yang selama ini lebih banyak bekerja dibanding bermain dengan sang putrinya tercinta.

"Kalau kita ngomong perasaan sedih banget. Cuma ini karena sudah resiko jadi kita jalanin saja. Jadi ya yang penting tetap komunikasi," tutur Bondan.

Apalagi putrinya Carra yang 22 Oktober nanti genap berumur 2 tahun. Kata Bondan, Carra suka lupa dengan ayahnya sendiri jika sudah ditinggal lama.

"Butuh sekitar 15 menit untuk ngajak dia (Carra) main, setelah itu baru dia ingat lagi. Oh ya ini benar papa saya," tutupnya.(uky)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

No comments:

Post a Comment