Laman

Monday, March 15, 2010

Depak Ahli Keuangan, Emma Watson Gandeng Musisi

Depak Ahli Keuangan, Emma Watson Gandeng Musisi


Depak Ahli Keuangan, Emma Watson Gandeng Musisi

Posted: 15 Mar 2010 12:11 AM PDT

LOS ANGELES- Bintang Harry Potter Emma Watson mendepak ahli keuangan Jay Barrymore, pria 28 tahun yang sudah 2 tahun dipacarinya. Sekarang dia dikabarkan menjalin hubungan dengan musisi asal Spanyol Rafael Cebrian.

"Emma dan Jay dalam masalah selama beberapa bulan dan saat berada di Universitas Brown di Amerika, Emma banyak berbuat sesuatu agar hubungan mereka bertahan," kata sumber kepada koran Dailymail, Senin (15/3/2010).

Sebenarnya lanjut sumber tersebut, Emma dan Jay sering menghabiskan waktu berdua. Bahkan, mereka seperti tidak akan bisa dipisahkan.

Sementara, Rafael terlibat dalam sebuah bengkel teater bernama Production Worshop di Universitas Brown. Dia telah lama berakting di tempat itu sejak pindah ke Amerika Serikat. Emma juga terlibat dalam kegiatan pementasan teater tersebut.

"Hal ini adalah pengalaman baru bagi Emma. Dia sedikit gugup mengenai penampilannya. Akan tetapi pementasan yang akan dia perankan, sudah habis terjual. Dia berharap itu akan menjadi kritikan yang membangun untuknya," pungkasnya. (uky)

Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Opick Biayai Sendiri Film Miliaran Rupiah

Posted: 15 Mar 2010 12:07 AM PDT

JAKARTA - Opick tertipu investor dan berurusan dengan hukum saat hendak menggarap film Asmaul Husna. Film tersebut batal diproduksi. Kini, Opick membiayai sendiri film berjudul Di Bawah Langit.

Di film yang akan tayang pada 18 Maret itu, penyanyi religi ini bertindak sebagai sutradara, produser, ide cerita, scoring musik dan sekaligus pemeran utama. Opick memilih menggarap sendiri film perdananya itu karena belajar dari pengalaman lalu.

"Sebenarnya ada yang mau investasi, tapi saya ingin biaya sendiri. Saya pikir saya cukup bisa mengerjakan sendiri untuk meminimalisir kejadian kemarin. Saya enggak ada trauma, saya cuma jadikan ini pelajaran," terang Opick di Studio RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (15/3/2010).

Opick enggan menguak berapa nominal yang dihabiskan untuk memproduksi film tersebut. "Standar di atas m (miliar) lah. Kalau kemarin itu (film Asmaul Husna) bisa mencapai Rp25 miliar, film ini tidak sampai segitu," katanya.

Kasus film Asmaul Husna yang semula akan disutradarai Hanung Bramantyo itu berimbas terhadap imej Opick. Menurut penyanyi Tombo Ati itu, kini tak sedikit yang memandang sebelah mata kepadanya.

"Khususnya kalau menyanyi, mereka agak mikir kalau mau mengajak saya. Di internet pun dicaci-maki. Karena kejadian kemarin, semua ustad kena sasaran dan dimaki-maki. Tapi saya enggak pernah pesimistis selama Allah bersama saya," ujarnya.

Sekarang, dengan membuat film sendiri tanpa bantuan orang lain, Opick lebih puas. Dia bisa berhemat.

"Dengan tidak melibatkan orang lain, pengeluaran bisa kecil tapi film tetap utuh. Untuk film berikutnya, ada orang luar yang investasi. Mereka pandai berhitung. Cara manajerialnya juga bagus," tandasnya. (ang)

Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Utopia Mau Bayar Pajak, Tapi Pembajakan Dibasmi

Posted: 14 Mar 2010 11:22 PM PDT

JAKARTA - Artis akan dikenakan pajak 30 persen per tahun. Band Utopia mau saja membayar pajak yang tidak sedikit itu, asalkan pemerintah berhasil membasmi pembajakan.

"Membayar pajak enggak apa-apa karena untuk kesejahteraan negara. Tapi pembajakan itu harusnya hilang. Musisi juga kan butuh jaminan," tutur vokalis Utopia, Pia Fellini, di Studio RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (15/3/2010).

Utopia menyayangkan jika pajak 30 persen tersebut telah dibayarkan, tapi ternyata pembajakan masih marak. Pasalnya, pembajakan membuat pemasukan musisi berkurang. Bila pemasukan berkurang, namun potongan pajak besar, tentu ini memberatkan musisi.

"Aku masih khawatir banget sama pembajakan. Sampai toko kaset dan CD yang gede itu bangkrut. Nanti kalau toko kaset bangkrut, kita jual CD di mana dong?" lanjut dia.

Band yang beken lewat lagu Antara Ada dan Tiada ini menampik jika artis digeneralisir memiliki pendapatan banyak alias kaya raya.

"Duitnya banyak, tapi tagihannya juga banyak, krunya banyak. Kalau pajak 30 persen itu berat. Nanti kalau pun sudah terjadi, kita akan ikuti. Tapi pembajakan harus hilang," tegasnya. (ang)

Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Bertrand Antolin Mengaku Maruk

Posted: 14 Mar 2010 11:08 PM PDT

JAKARTA - Bertrand Antolin mengakui kalau dirinya rakus. Apa saja dilahapnya, termasuk segala jenis pekerjaan yang berhubungan dengan entertainment.

"Presenter dan model, masih. Pemain sinetron, maish. Nyanyi juga iya, sekarang emang lagi maruk (rakus)," aku cowok kelahiran 14 Juli 1980 saat ditemui di Hotel Four Seasons, belum lama ini.

Bertrand Antolin mengawali karir bernyanyi saat dia sedang berada di sebuah kafe di Surabaya, Jawa Timur. Ada yang memintanya menyanyi saat itu.

"Di situ kan malu-maluin diri sendiri. Ya daripada sering dimalu-maluin, akhirnya gue latihan," tuturnya.

Tanpa tedeng aling-aling, Bertrand mengatakan guru vokalnya gila dan membuatnya menjadi lebih gila alias percaya diri untuk mengolah vokalnya. Dari didikan seperti itulah dia kini punya mental sebagai penyanyi.

Bertrand terpikir untuk menyanyi karena semua jenis pekerjaan hiburan sudah dilakoninya. "Kalau menyanyi itu, bayarannya langsung cash," kata dia.

Hasil dari menyanyi, menurut Bertrand, sangat lumayan. Apalagi dia juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk sahabatnya Indah Kalalo yang berperan dalam video klip Bertrand.

(nov)

Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

No comments:

Post a Comment